JAKARTA — Forum Kepakaran Indonesia (FKI) menggelar rapat perdana untuk menetapkan struktur kepengurusan sekaligus mematangkan persiapan Focus Group Discussion (FGD) nasional di Kafe Sastra Balai Pustaka, Jakarta Timur, Kamis (9/10/2025).
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Ketua Umum FKI Dr. Risman Pasaribu, Ketua Dewan Pakar Prof. Dr. Rokhmin Dahuri, dan Ketua Pengawas Dr. MS Kaban.
Ketua Umum FKI, Dr. Risman Pasaribu, menyatakan bahwa wadah independen ini dibentuk untuk menghimpun para akademisi dan pakar lintas disiplin ilmu agar berkontribusi langsung dalam penyusunan kebijakan publik berbasis data dan kajian ilmiah.
“FKI hadir untuk menjadi jembatan antara dunia keilmuan dan para pengambil kebijakan. Kami ingin memastikan pembangunan nasional berpijak pada nilai konstitusi, pemanfaatan sumber daya alam secara bijak, serta berpihak pada kesejahteraan rakyat,” ujar Risman.
Dalam forum tersebut, isu utama yang disoroti adalah optimalisasi sektor perikanan dan kelautan nasional. Ketua Dewan Pakar FKI, Prof. Dr. Rokhmin Dahuri, menilai potensi besar perikanan Indonesia hingga kini belum dimanfaatkan secara maksimal akibat maraknya prakti Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing, tingginya angka kemiskinan nelayan, serta kerusakan ekosistem laut.
Senada dengan hal itu, Ketua Pengawas FKI Dr. MS Kaban menggarisbawahi ancaman pencemaran pesisir, abrasi, hingga kerusakan hutan mangrove dan terumbu karang yang kian diperparah oleh dampak perubahan iklim.
Hasil gagasan dan kajian komprehensif terkait isu-isu strategis tersebut rencananya akan dirumuskan dalam FGD Nasional pada November mendatang, untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak-pihak berkepentingan sebagai rekomendasi kebijakan pembangunan berkelanjutan.
